Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Friday, April 5, 2013

Bertumbuh dalam Iman

     Iman dibentuk oleh Allah dan orang Kristen tidak dapat bertumbuh dalam iman berkat usahanya sendiri. Meskipun demikian, kita dapat ikut membuat iman kita bertumbuh dengan menanggulangi hambatan-hambatan bagi iman dan dengan mengikuti langkah-langkah yang menolong pertumbuhan iman. Walaupun kita tak bisa membangun iman kita sendiri, Allah tak bisa membangun iman kita tanpa kerjasama kita.

A. Hambatan-hambatan bagi iman

1. Rasa Takut
    Rasa takut biasanya berasal dari rasa tak aman dalam diri kita sendiri, ketakutan untuk gagal dan pendekatan kepada iman secara menegangkan. Untuk mengatasinya kita harus merasa tenang, tinggal dalam Alaah, mengingat dan mempercayai janji-Nya serta tidak takut membuat pelanggaran. Bertumbuh dalam iman sama seperti belajar berjalan: jika kita tidak mau jatuh, kita hanya akan bisa merangkak saja. Kegagalan seharusnya dipandang sebagai kesempatan untuk belajar bagaimana menggunakan iman dengan efektif.

2. Rasa khawatir
    Seringkali kita berdoa permohonan dengan membangkitkan perasaan iman yang kuat dan secara sadar atau tidak percaya bahwa Allah takkan bekerja jika kita tak memiliki perasaan iman yang tepat. Bila demikian halnya, kita beriman lebih besar kepada perasaan iman kita sendiri daripada kepada Tuhan. Bila kita berdoa atau bertindak dalam iman, kita seharusnya mengarahkan pikiran kita sepenuhnya kepada Allah. Perasaan iman memang menolong, akan tetapi kuasa Allah tidak tergantung pada perasaan ini. Kesadaran bahwa iman bukanlah suatu emosi seharusnya membebaskana kita dari belenggu terhadap perasaan keraguan dan membiarkan kita berdiri teguh di atas batu karang Sabda Allah.

3. Keraguan pada diri sendiri
    Banyak orang yang kurang percaya pada diri sendiri juga kurang beriman kepada Allah. Seringkali dosa ketidakpercayaan sebebnarnya adalah rasa tak aman dan keraguan pada diri sendiri. Seorang Kristen yang mengalami masalah ini juga terbuka pada serangan si jahat untuk menyalahkan diri sendiri. Bila kita menyadari bahwa masalah kita dengan iman terutama berkenaan dengan rasa percaya pada diri sendiri, kita akan bisa melihat  masalah ini dengan jelas dan mempercayakan diri secara lebih penuh kepada Tuhan.

4. Setan
    Hambatan terakhir bagi iman ialah peperangan rohani. Banyak kesulitan dalam menggunakan iman bersifat wajar, tetapi ada pula yang disebabkan oleh perlawanan setan. Setan bahkan bisa memperburuk masalah-masalh yang wajar. Kesadaran akan adanya peperangan rohani membantu seorang Kristen dalam menolak pirkiran dan keraguan ataupun ketakutan yang ditanamkan oleh kuasa setan. Kita akan bisa menolak kebohongan-kebohongan setan ini dengan kuasa Allah dan menggantikannya dengan kebenaran.


B. Langkah-langkah positif menuju iman

1. Doa pribadi
    Kita akan bertumbuh kuat dalam iman bila kita setia pada doa pribadi. Allah sudah mengangkat kita sebagai anak-anak-Nya dan Dia juga bersukacita dalam menjawab doa-doa kita (Mat 7:7-11). Janganlah kita berdoa kepada Allah seakan-akan kita mengemis uang dari seorang asing yang kejam dan kikir. Sebaliknya, rasa percaya haruslah menjiwai semua doa-doa kita. Bila kita sebagai anak-anak Allah berdoa dengan penuh kepercayaan, iman yang baru akan diberikan.

2. Sabda Allah
    Dalam Roma 10:17 dikatakan Santo Paulus bahwa: "Jadi, iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus." Kita mendengarkan Sabda Allah melalui Kitab Suci, pengajaran, nubuat, buku-buku, nasihat pribadi, dan bimbingan langsung dari Allah. Allah memberikan Sabda-Nya untuk memperkuat kita, meyakinkan kita kembali serta membangun iman kita. Jadi, kita harus rajin mendengarkan, menyerap, merenungkan serta mencintai Sabda Allah karena Sabda-Nya membangun iman dan memberi makan roh kita.

3. Membaca
    Kita bisa membangun iman kita dengan membaca buku-buku dan majalah-majalah yang menggambarkan turut campur tangan Allah dalam kehidupan orang-orang Kristen yang setia. Buku-buku dan majalah-majalah ini membuktikan kebenaran Kitab Suci karena menunjukkan bagaimana Sabda Allah dihayati dalam kehidupan mereka.

4. Lingkungan beriman
    Kita bisa bertumbuh dalam iman jika kita bergaul dengan orang yang menumbuhkan iman kita dan sebaliknya, iman kita akan menjadi lemah bila dikelilingi orang-orang yang berharap sedikit dari Allah. Maka dari itu, bila kita mau iman kita bertumbuh, kita seharusnya berjumpa dengan orang-orang Kristen beriman secara teratur dan membina hubungan pribadi yang mendukung dengan mereka.

5. Doa minta iman.
    Langkah terakhir dalam pertumbuhan dalam iman merupakan langkah yang paling langsung, yaitu minta kepada Allah untuk menumbuhkan iman kita. Kita harus berdoa untuk hal ini dengan penuh percaya dan menantikan Allah untuk menjawabnya. Allah menginginkan kita untuk percaya kepada kasih dan janji-Nya. Dia tidak akan menolak menjawab doa yang sangat menyerupai keinginan-Nya sendiri.

sumber: Sisyanti;2005;Menuju Kedewasaan Rohani;Pertapaan Shanti Buana



Tambahkanlah iman kami, ya Allah, dan ajarilah kami agar tetap setia pada iman kami sehingga kami boleh bertumbuh di dalam Engkau dan menjadi saksiMu yang nyata di dunia ini. Amin


Tahun Iman
11 Okt 2012 - 24 Nov 2013


Thursday, April 4, 2013

IMAN ?

     Pada tanggal 11 Oktober 2012 ditetapkan oleh Paus Emeritus Benediktus XVI sebagai Tahun Iman (Year of Faith) hingga 24 Novemebr 2013. Untuk itu mari saudaraku kita mengenal apakah iman itu sendiri dan bagaimanakah sikap hidup kita dalam tahun iman ini...

Arti Iman

     Iman kristiani yang sejati berarti kepercayaan kepada Allah sehingga Dia bisa memenuhi tujuan-Nya di dalam dan melalui umat-Nya. Tujuan Allah:

  1. Membentuk umat-Nya agar mempunyai sifat-sifat yang mencerminkan kebaikan dan kesetian-Nya
  2. Menggunakan umat-Nya sebagai alat-Nya untuk berbicara kepada orang lain
  3. Mengajar umat-Nya untuk berdoa sedemikian rupa sehingga Dia bisa mengendalikan keadaan yang berada di luar kemampuan mereka.
      Bagi Allah, iman merupakan jalan bagi umat-Nya untuk tinggal di dalam kebaikan dan kekuatan-Nya. Bilamana seorang Kristen menggunakan imannya, ia meninggalkan dirinya sendiri dan berada dalam tangan Allah yang penuh kasih serta mengakui kebesaran dan kemampuan Allah dan di lain pihak ia mengakui kekecilannya dan keterbatasannya. Iman merupakan karunia dari Allah dan kebebasan dari belenggu kehendak sendiri.

Dasar Iman

     Iman kristiani merupakan reaksi terhadap pernyataan sifat-sifat, keinginan dan rencana Allah. Pernyataan Allah ini bisa kita kenali lewat:
1. Janji-janji Allah dalam Kitab Suci
    Kita tahu bahwa Allah memberikan Roh Kudus kepada siapa saja yang meminta-Nya (Luk 11:13); bahwa Allah mengampuni dosa-dosa orang yang mengakukannya (I Yoh 1:9); bahwa Allah memberikan hidup abadi kepada orang yang percaya kepada Yesus (Yoh 3:16). BIla kita memnuhi syarat-syarat-Nya, kita mempunyai dasar kuat untuk menggunakan iman dalam memperoleh janji-janji-Nya.
2. Dorongan Roh Kudus
    Karena Allah tinggal dalam diri setiap orang Kriste, kita mengharapkan komunikas pribadi langsung dengan-Nya. Komunikasi semacam ini berbentuk kata-kata yang terlintas dalam pikiran atau rasa keyakinan dalam batin bahwa Allah mengatakan sesuatu. Kita seharusnya menjawab dorongan Roh Kudus dalam iman. Meskipun kita membuat pelanggaran dalam mengikuti gerakan Roh, hal ini tidaklah mengurangi pentingnya menjawab apa yang Allah menyatakan secara langsung kepada kita dalam iman.
3. Pengenalan akan sifat-sifat Allah
    Kitab Suci dan pengalam pribadi mengungkapkan kerahiman dan belaskasihan Allah kepada umat-Nya. Walaupun kita sering tidak menjumpai janji-janji Allah serta tidak mengalami dorongan Roh Kudus dalam situasi tertentu, kita tetap percaya bahwa Allah tetap mau bertindak karena kasih-Nya.

Tingkatan Iman

Ada 3 tingkatan iman:
a. Iman Kepercayaan (= believing faith)
    Yaitu iman yang kita perlukan untuk menerima kebenaran-kebenaran doktrinal dasar kristiani. Iman ini tercakup dalam Credo Para Rasul (Syahadat Para Rasul). Iman ini penting tetapi tidak cukup. Dalam Yak 2:19 mengatakan "Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik. Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar."
b. Iman Penyerahan (= trusting faith)
    Yaitu iman untuk memercayai bahwa Allah itu baik, mencintai dan selalu memelihara uamt-Nya. Lewat iman ini kita mempercayakan hidup kita dalam tangan Allah
c. Iman Penuh Harapan (= expecting/expectant faith)
    Yaitu iman yang sampai kepada Yesus dan mengharapkan-Nya untuk bertindak dalam situasi0situasi khusus. Iman penuh hadapan berbeda dari kedua macam iman lainnya karena sifatnya aktif dan dinamis. Kalau kita hanya memiliki kedua macam iman yang pertama, kita tidak meminta apa yang sebenarnya akan Allah berikan kepada kita dengan senang hati. Hal ini terjadi karena kedua macam iman itu cenderung bersifat pasif: pasrah kepada kehendak Allah dan mau menanggung keadaan yang sulit. Tanpa reaksi aktif dari iman penuh harapan, kita bisa secara salah menerima keadaan yang sulit sebagai kehendak-Nya padahal Dia sendiri ingin mengubahnya. Yesus mengaja murid-murid-Nya untuk berdoa terusp-menerus, bahkan juga untuk kebutuhan-kebutuhan kecil. Ini kita jumpai dalam Mat 7:7-11.
     Iman penuh harapan merupakan suatu cara berpikir, berkata-kata dan bertindak. Meskipun iman ini mengandung unsur emosi, ia bukanlah terutama suatu emosi. Iman ini bukan saja merupakan serentetan tindakan-tindakan khusus, tetapi juga suatu pandangan yang seharusnya menandai keseluruhan kehidupan kristiani kita. Bila kita penuh dengan iman, kita akan bersukacita dalam segala keadaan, mengaharpkan turut campur tangan Allah dalam hidup kita dan menghindari sikap cemas, takut, negatif, memusuhi atau tak bersemangat. Jadi, iman penuh harapan terdiri dari serentetan perbuatan dan pandangan umum.

Bertumbuh dalam Iman
(bersambung)

sumber: Sisyanti;2005;Menuju Kedewasaan Rohani;Pertapaan Shanti Bhuana

Saturday, February 9, 2013

Sistem Sel Komunitas KTM

Mengapa KTM memakai sistem Sel komunitas?

1. Allah menghendaki agar setiap orang menjadi murid Kristus.
          Yesus berkata : "Jadikanlah semua bangsa muridKu" (bdk.Mat 28:19) Tetapi jikalau kita melihat saudara-saudara di lingkungan hidup kita masing-masing, dengan jujur kita akan mengatakan bahwa masih banyak orang yang belum menjadi muridNya, masih banyak yang belum hidup sesuai kehendakNya. Banyak orang yang menamakan kristen tapi belum bisa disebut murid Kristus. karena itu dari kita sangat dibutuhkan semangat evangelisasi seperti yang dimiliki umat gereja awali yaitu melayani dengan memanfaatkan hubungan antar pribadi. Dewasa ini dibutuhkan kesaksian hidup kristiani yang mengandalkan cinta persaudaraan seperti yang dimiliki umat gereja awali yang membuat mereka disukai banyak orang. Untuk dapat mewujudkan semangat cinta persaudaraan kristiani ini membutuhkan suatu lingkungan hidup. Lingkungan hidup yang dimaksudkan adalah kelompok-kelompok yang kecil yang disebut kelompok sel.

2. Pelayanan paling baik ialah melalui jalinan persahabatan.
            Orang kristen harus selalu melayani dimana saja mereka berada, tetapi hal ini belum dilaksanakan. Mereka belum melayani oikos yaitu mereka di sekitar pekerjaan, keluarga, orang-orang yang sehobi atau para tetangga. Allah telah memberikan mereka yang ada di sekitar anda supaya anda dapat melayani mereka dan berbicara tentang Kristus kepada mereka.

3. Gereja harus melayani kebutuhan seluruh umat.
            Gereja tidak dapat menjangkau seluruh umat kalau tuga pelayan itu hanya menjadi beban para klerus, katekis atau biarawan-biarawati. Melalui jalinan persahabatan yang terbentuk lewat kelompok-kelompok kecil, orang-orang didalamnya pasti akan saling memperhatikan kebutuhan rohani orang lain bahkan bukan hanya pada kebutuhan rohani tapi sampai kebutuhan emosional dan jasmani.

4. Evangelisasi merupakan prioritas gereja.
            Wartakanlah dan jadikanlah mereka muridKu! Kedua pekerjaan ini menjadi tugas setiap orang kristen. Rasul Petrus mengatakan dengan jelas dalam 2 Petrus 3:9, bahwa satu-satunya alasan mengapa Yesus menunda kedatanganNya kembali ialah supaya lebih banyak orang diselamatkan. Karena itu evangelisasi harus diprioritaskan. Evangelisasi itu adalah salah satu tujuan sel.

Yang dimaksud dengan Sel Komunitas:

  • Tempat orang mengenal dan mengalami kasih Allah dalam Kristus oleh Roh Kudus
  • Bersemangat dalam evangelisasi, pemuridan dan penggembalaan anggota-anggotanya sehari-hari
  • Tekanan utama pada hubungan antarpribadi, baik dengan Allah maupun dengan sesama
  • Ada suasana persaudaraan yang nampak dari jalinan persahabatan yang erat di antara anggotanya
  • Selalu menghasilkan komunitas baru
TUJUAN SEL KOMUNITAS
  1. Pemuridan
  • Membentuk anggota menjadi murid-murid Kristus yang sejati dan menjadikan orang-orang Katolik yang dewasa serta
  • Membawa para anggota sel KTM agar "dalam kuasa Roh Kudus mengalami dan menghayati sendiri kehadiran Allah yang penuh kasih dan menyelamatkan sampai pada persatuan cinta kasih"
    2.   Multiplikasi
         
          Tanda bahwa sel itu hidup dan berkembang adalah terjadinya multiplikasi atau pembelahan sel. Multilikasi hanya mungkin bila anggota sel itu bertambah sampai mencapai jumlah tertentu dan pada saatnya membelah atau melahirkan sel baru. Tentu saja agar anggota sel bertambah mensyaratkan adanya semangat evangelisasi dan pelayanan dari setiap anggota khususnya Pelayan Selnya. Tujuan kedua ini bisa terlaksana bila tujuan pertama diupayakan. Tujuan kedua ini merealisasikan visi "membawa orang lain kepada pengalaman yang sama"

Monday, January 28, 2013

KISAH NYATA ROLANDO & RONALDO


KISAH NYATA ROLANDO & RONALDO

Ada sepasang anak kembar (Rolando dan Ronaldo) yang terlahir dari keluarga yang berantakan, ibu dan ayah mereka pemabuk & penjudi.

Ibu mereka lebih dahulu meninggal pada saat si kembar masih bayi , sedang ayah mereka meninggal saat mereka masih sekolah ...

Karena tidak punya keluarga yang bersedia menampung, mereka tinggal di panti asuhan yang berbeda....

Berita mengenai nasib malang kedua bocah kembar tsb menghiasi koran berita lokal di negara mereka , Mexico.

40 tahun berselang setelah kejadian tsb, pemimpin redaksi dari koran tsb ingin mengetahui di mana kedua bocah tsb berada , ia mengutus satu team wartawan untuk melakukan liputan khusus.

Mereka menemukan ROLANDO sedang berada di sebuah bar di daerah Guadelajara dalam kondisi mabuk berat dan nampaknya sudah berhari-hari tidak mandi.

Merekapun mewawancarai si Rolando, mengapa dia sampai jadi begini ?

Sambil berteriak , Rolando menjawab : "Aku begini karena AYAHKU....Apa yang bisa anda harapkan dari anak seorang pemabuk ? Inilah aku, seorang pemabuk juga , Buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya!! "

Sementara itu wartawan yang lain menemukan RONALDO , ada di kota Mexico City sebagai seorang direktur sebuah Perusahaan internasional , ia memiliki keluarga bahagia dan hidupnya berkecukupan ..

Mereka mewawancarai si Ronaldo, apa yang menjadi motivasinya sehingga dia bisa menjadi sehebat ini,jawabnya : "Ayahku DULU seorang pemabuk dan penjudi , Aku akan MEMBUKTIKAN kepada semua orang kalau aku bisa menjadi orang sukses , orang hebat, meskipun aku lahir dari keluarga pemabuk dan penjudi !!".

GOD'S BELOVED ...............

MINDSET dalam pikiran itulah yang akan menentukan bagaimana & kemana ARAH kehidupan yang akan kita jalani......

Apakah anda lihat dari sisi NEGATIF / anda ambil sisi POSITIF-nya, Pilihannya ada di tangan anda masing"....

Jangan pernah terperangkap dalam doktrin macam apapun juga !! Tanamkan dalam pikiran kita : Ternyata " buah BISA saja jatuh JAUH dari pohonnya !! " :)
NEVER EVER GIVE UP.

Wednesday, January 23, 2013

Roh Kudus


Pentakosta: Turunnya Roh Kudus ke Atas Gereja
oleh: P. Yosef Bukubala, SVD



Hari Raya Pentakosta mengingatkan kita akan turunnya Roh Kudus yang dijanjikan Yesus atas Gereja yang masih muda, yaitu atas para murid bersama Bunda Maria, yang dengan tekun, sehati dalam doa bersama menantikan kedatangan-Nya, sesudah la naik ke surga.


Ketika tiba hari Pentakosta itu, turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah di mana mereka duduk. Lalu tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus.


Apa arti perayaan Pentakosta bagi kehidupan kita yang merayakannya? Bagi kita, turunnya Roh Kudus dan kadar daya kuasa-Nya bagi hidup kita dalam Gereja, bergantung dari persatuan kita dengan Yesus Kristus dalam doa, Ekaristi dan karya nyata. Karena itu kita harus sungguh-sungguh hidup dari kuasa karya Roh Kudus, di mana Kristus dalam RohNya itu meraja di dalam hidup kita dan kita hidup dalam sikap taat dan setia kepada-Nya. Maka, di sanalah akan terjadi perubahan dan pembaharuan dalam hidup bersama sebagai suatu persekutuan umat Allah dalam Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Roh Kudus pula memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran, yaitu mengajarkan kita bagaimana seharusnya kita hidup dan melaksanakan kehendak Bapa di surga.


Dalam hubungan dengan peranan Roh Kudus dalam Gereja, perlu dijelaskan beberapa istilah yang dewasa ini sering disalah-artikan:


KHARISMA. Kharisma sebenarnya berarti: karunia / anugerah Roh Kudus. Tetapi tidak semua rahmat Roh Kudus disebut kharisma. Kharisma merupakan suatu rahmat istimewa yang menonjol pada diri seorang yang memilikinya. Kharisma bukan pameran rahmat, melainkan diberikan oleh Tuhan demi pembangunan / pengembangan Gereja, (bdk. 1 Kor 12:7). Singkatnya, kharisma diberikan sebagai anugerah khusus untuk menjalankan suatu tugas dengan baik di dalam Gereja / jemaat.


Dengan demikian kharisma adalah anugerah iman yang bersifat amat pribadi. Karena itu, tidak bisa semua orang beramai-ramai dan berambisi untuk memperolehnya. Suatu pemberian khusus dari Tuhan bersifat bebas tanpa jasa dari pihak manusia. Tuhan tidak dapat dipaksa untuk memberikan anugerah itu. Anugerah diberikan oleh Tuhan kepada seseorang seturut kehendak-Nya yang bebas. Segala kharisma diberikan Tuhan demi pembangunan jemaat / umat, dalam ketaatan penuh pada pimpinan Gereja. Pembangunan jemaat tidak hanya dengan doa dan nyanyian saja, tetapi juga harus dengan karya nyata: cintakasih, amal dan karya pelayanan.


Kalau tidak demikian, maka bukan kharisma yang sungguh-sungguh melainkan bentuk-bentuk egoisme intern. Jadi, kharisma itu diberikan Tuhan untuk menolong orang lain atau sesama, bukan untuk kepentingan dan kehormatan pribadi. Santo Paulus menyebut beberapa kharisma, antara lain: karunia melayani, mengajar, memberi nasehat, membagikan derma, bahasa roh, penyembuhan.


BAHASA ROH. Bahasa Roh berarti berbicara dengan bahasa roh, artinya berbicara langsung di bawah pengaruh roh. Dalam pembicaraan itu seringkali tidak mempergunakan kata-kata yang biasa yang dimengerti orang lain. Orang itu tidak mau mengatakan sesuatu kepada orang lain, tetapi dengan suaranya ia memperlihatkan / memperdengarkan bahwa roh itu ada di dalamnya. Bahasa roh merupakan salah satu kharisma yang diberikan kepada orang-orang tertentu untuk menolong orang lain. Anugerah bahasa Roh pasti akan mendorong orang untuk menyatakan imannya dalam kesatuan dan kerukunan dengan orang beriman lainnya dalam Gereja dan dengan ketaatan penuh pada pimpinan Gereja / hierarki. Kalau tidak demikian, berarti suatu praktek penyimpangan dalam Gereja, atau pun praktek melarikan diri dari realitas kehidupan Gereja / Jemaat.


Santo Paulus pun bersyukur bahwa ia memperoleh anugerah bahasa Roh, tetapi ia tidak suka menggunakannya karena tidak bermanfaat bagi orang lain. Mengapa? Karena orang lain tidak mengerti. “Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua. Tetapi dalam pertemuan jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh” (1 Kor 14:18-19).


PEMBEDAAN ROH. Pembedaan roh berarti menguji karya roh dalam hati sendiri; bukannya suatu bentuk ketaatan kepada roh saja, tetapi hendaknya juga suatu bentuk dalam dalam rangka melibatkan diri dalam pembangunan Gereja. Dewasa ini kita mendengar istilah “prioritas”, karena ada banyak hal yang harus dilakukan. Maka orang harus memilih mana yang lebih penting, mana yang lebih berguna dan terutama mana yang lebih sesuai dengan kehendak Allah. Praktek membedakan roh itu sudah biasa dilaksanakan orang sejak dari dulu, hanya baru sekarang istilah “membedakan roh” semakin populer digunakan.


PENCURAHAN ROH. Pencurahan roh berarti segala doa permohonan disampaikan kepada Allah agar berkat rahmat Sakramen Pembaptisan dan Krisma, hidup kita semakin digairahkan dan dipenuhi dengan kekuasaan Roh Kudus. Hal seperti itu sudah biasa dilaksanakan oleh orang yang sungguh-sungguh beriman. Hanya “Pencurahan Roh” itu sama seperti “membedakan roh” yang dewasa ini lebih populer tapi isinya tetap sama.


Namun harus dibedakan dengan baik antara “Pencurahan Roh” dengan Sakramen Pembaptisan dan Krisma, sebab dalam kedua sakramen itu Roh Kudus dicurahkan ke dalam hati kita. Penggunaan istilah di atas dapat mengaburkan makna / arti Sakramen Pembaptisan dan Krisma.


Konsili Vatikan II mengajak kita agar senantiasa terbuka terhadap Roh Kudus dan segala karunia-Nya. Ciri-ciri orang yang mendapat karunia istimewa adalah orang yang rendah hati dan terbuka terhadap semua orang. Orang yang mempunyai karunia istimewa itu senantiasa mau melayani Gereja / jemaat dengan penuh kasih tanpa pamrih, taat pada hierarki dan memelihara kesatuan dan kerukunan dengan semua umat beriman dalam Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik.